Akudalon 16 August 2026

Ubah Galon Jadi Sumber Pangan, Mahasiswa KKN-R Undip Tim II 2025/2026 Kenalkan AKUDALON di Desa Bengle

Beranda / Akudalon / Detail Berita
Ubah Galon Jadi Sumber Pangan, Mahasiswa KKN-R Undip Tim II 2025/2026 Kenalkan AKUDALON di Desa Bengle
Foto: Dokumentasi Resmi AKUDALON — Akuaponik dalam Galon Desa Bengle

Pemerintah Desa Bengle

Tim Publikasi & Pengelola Informasi Desa

AKUDALON — Akuaponik dalam Galon

Ketahanan pangan rumah tangga tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan memanfaatkan wadah sederhana, masyarakat dapat memelihara ikan sekaligus menanam sayuran dalam satu sistem. Gagasan tersebut diperkenalkan Tim II KKN-R Universitas Diponegoro (Undip) 2026 melalui program multidisiplin “Ketahanan Pangan Rumah Tangga Mandiri Berbasis Aquaponik Sederhana” di Desa Bengle, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026 di Balai Desa Bengle. Kegiatan diikuti oleh 10 mahasiswa Tim II KKN-R Undip, perangkat desa, perwakilan RT/RW, ibu-ibu, serta mahasiswa KKN dari UIN Salatiga. Sebanyak 37 peserta dari unsur masyarakat dan pihak yang hadir mengikuti kegiatan, sehingga total peserta bersama mahasiswa KKN Undip mencapai 47 orang.

Kegiatan diawali dengan sambutan Penjabat Kepala Desa Bengle selaku kepala desa dan koordinator desa Tim II KKN-R Undip, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah pembukaan, kegiatan memasuki rangkaian pemaparan materi yang disampaikan oleh mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan.

Materi pertama disampaikan oleh Selvira Faesa Syahputri Guwanito dari Program Studi Sejarah melalui materi “Belajar Ketahanan Pangan dari Masa Lalu”. Materi tersebut mengajak masyarakat melihat pengalaman masa lalu sebagai salah satu pembelajaran dalam memahami ketahanan pangan.

Selanjutnya, Vanesa Shenazia dari Program Studi Hukum membawakan materi mengenai Undang-Undang tentang Ketahanan Pangan. Materi ini memberikan pemahaman mengenai aspek hukum yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Nayla Nurul Arofah dari Program Studi Agribisnis melalui materi sekaligus praktik pembuatan AKUDALON (Akuaponik dalam Galon). AKUDALON memanfaatkan satu galon yang telah dimodifikasi untuk memelihara ikan lele dan menanam kangkung. Pada bagian atas galon ditempatkan ceting atau wakul yang berisi rockwool sebagai media tanam.

Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana ruang dan wadah sederhana dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan lebih dari satu sumber pangan. Selain mendapatkan materi, peserta juga berkesempatan melihat secara langsung proses pembuatan AKUDALON.

Materi berikutnya disampaikan oleh Bilqis Putri Hermawan dari Program Studi Keperawatan dengan topik “Gizi Seimbang dari Pekarangan Sendiri”. Pembahasan kemudian berlanjut pada aspek pengelolaan program. Anisa Ayu Khairani dari SV Manajemen dan Administrasi Logistik menyampaikan materi “Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Bahan Baku Akuaponik Mandiri”.

Dari bidang Bahasa dan Kebudayaan Jepang, As Syja Virtue Nur Alif memperkenalkan materi “Penerapan Prinsip MOTTAINAI melalui Pemanfaatan Sisa Dapur sebagai Alternatif Pakan Lele”. Materi tersebut mengangkat prinsip pemanfaatan kembali sisa yang masih dapat digunakan dalam mendukung pengelolaan akuaponik.

Selanjutnya, Zulfan Fawwaz Ahmad dari SV Akuntansi Perpajakan menyampaikan materi “Cerdas Mengelola Keuangan melalui Akuaponik untuk Ketahanan Pangan Keluarga”. Rangkaian pemaparan kemudian ditutup dengan materi mengenai kelayakan AKUDALON yang disampaikan oleh Nadiah Purwanto dari Program Studi Ilmu Komunikasi.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pemaparan materi. Tim KKN juga menghasilkan sejumlah luaran yang dapat digunakan masyarakat setelah kegiatan selesai. Sebanyak 11 unit AKUDALON dihasilkan sebagai salah satu output program dan diberikan kepada masyarakat melalui perwakilan RW. Selain itu, booklet juga dibagikan kepada warga yang hadir sebagai bahan pendukung kegiatan.

Salah satu booklet yang dihasilkan adalah “Pangan Lestari” yang disusun oleh Hasnaa’Amalia Qurratu’aini bersama Selvira, Vanesa, dan Nadiah. Booklet tersebut memuat langkah pembuatan, penggunaan, dan perawatan AKUDALON secara sistematis sehingga dapat menjadi pedoman praktis bagi masyarakat.

Mahasiswa lainnya juga menghasilkan booklet dengan substansi yang disesuaikan dengan bidang masing-masing. Sementara itu, Fausta Nandana Rasendriya dari Program Studi Informatika membuat website desabengle.id sebagai media pendukung program AKUDALON.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta menunjukkan ketertarikan untuk membuat AKUDALON secara mandiri setelah melihat proses pembuatannya. Bahkan, terdapat warga yang memperoleh instalasi dan langsung mulai membuat AKUDALON.

Melalui program ini, Tim II KKN-R Undip berupaya memperkenalkan ketahanan pangan melalui pendekatan sederhana yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga. Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2 dan ke-3, yang berkaitan dengan penghapusan kelaparan serta kehidupan sehat dan sejahtera.

Pada akhir kegiatan, dilakukan penyerahan booklet dan AKUDALON kepada masyarakat sebelum kegiatan ditutup. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan selama mahasiswa berada di Desa Bengle, tetapi juga memberikan pengetahuan dan sarana yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat secara mandiri.